Minggu, 08 Juni 2014

Makalah Pengantar Pendidikan



Kata pengantar.
            Puji syukur kami panjatkan kepada Allah swt atas berkat dan Rahmatnya hidayahnya dan ridhonya pula kami sempat membuat tugas yang di berikan oleh dosen – dosen kami yang bimbing kami ke arah yang lebih baik secara langsung dan tidak langsung baik senang susah sedih dan tak luput pula saya sebagai penulis panjatkan dan syukur saya kepada sang baginda rasul kami orang yang telah di muliakan khalifah pemimpin kami yang menyelamatkan umat manusia dari kekejaman dan kebiadaban dari hal yang mungkari oleh Allah swt.
            Maka dari itu berilah kami kesempatan menuntut ilmumu sampai akhir hayat kami dan enggkaulah maha tahu segala – segalanya. Maka itu itu penulis sempat menulis dan menyusun tugas yang di berikan sebagai persyratan perkuliahan dan proes pembelajaran yakni mata kuliah Geografi Regional Indonesia yang berjudul “Pengantar pendidikan”.










DAFTAR ISI
Kata Pengantar……………………………………………………………………1
Daftar isi…………………………………………………..………………………2
BAB I Pendahuluan………….……………………………………………………3
1.1  Latar belakang masalah……………………………………….……………….3
1.2  Rumusan Masalah…………………………………………..…………………3
Adapun batasan masalah dalam karya penulisan Makalah ini sebagai berikut :
a.       Apakah pendidikan di Indonesia sudah merata
b.      Apakah pendidikan sudah sesuai yang telah di amanatkan oleh pancasila.
1.3  Tujuan yang di capai………………………….………………………………3
1.      Sebagai salah satu syarat mengikuti mata kuliah pengantar pendidikan.
2.      Untuk mengetahui unsur unsure pendidikan dan
3.      pendidikan sebagai suatu sistem.
BAB II Pembahasan………………………………………………………………….…5
A.     Pengertian dan unsur  unsur pendidikan……………………….……………….5
1.      Batasan tentang pendidikan
2.      Tujuan dan proses pendidikan
3.      Konsep pendidikan sepanjang Hayat
B.     Pendidikan sebagai Suatu Sistem….…………………………...………………10
BAB III PENUTUP………………………………………………….,……….…13
a.       Kesimpulan
b.      Saran.
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………..…14


BAB I  
PENDAHULUAN
1.1              Latar belakang Masalah
Pendidikan merupakan hal yang terpenting bagi seseorang atau individu , golongan atau kelompok dan berhak untuk mendapatkan ilmu atau pendidikan tanpa kecuali.
            Diartiakn sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga Negara yang baik. Warga Negara yang baik adalah pribadi yang tahu hak dan kewajiban sebagai warga Negara, hal ini ditetapkan dalam UUD 1945 pasal 27 yang menyatakan bahwa setiap warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam hokum dan pemerintah dan wajib menjunjung hokum dan pemerintah dengan tak ada kecuainya. 
1.2              Rumusan Masalah
Adapun batasan masalah dalam karya penulisan Makalah ini sebagai berikut :
c.       Apakah pendidikan di Indonesia sudah merata
d.      Apakah pendidikan sudah sesuai yang telah di amanatkan oleh pancasila.

1.3  Tujuan yang ingin dicapai.
1.      Sebagai salah satu syarat mengikuti mata kuliah Pengantar pendidikan.
2.      Untuk mengetahui unsure unsure pendidikan dan pendidikan sebagai suatu system.

  




BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian pendidikandanUnsur-Unsur pendidikan
PengertianpendidikanDalam kamus bahasa Indonesia kata pendidikan adalah kata gabungan yang berasal dari kata didik dengan mendapat awalan pen- dan akhiran anyangberartipengubahansikapdantingkahlakuseseorangataukelompokdalamusahamendewasakanmanusia.
                 Dalam ensiklopedi Indonesia dinyatakan bahwa pendidikan adalah proses membimbing manusia dari kebodohan menuju kecerahan pengetahuan. Proses tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan paksaan, latihan untuk membentuk kebiasaan, dan latihan untuk membentuk kata hati.
Dari pengertian lughawi di atas dapat kita simpulkan bahwa pendidikan itu merupakan proses mengubah keadaan anak didik dengan berbagai cara untuk mempersiapkamasadepanyangbaikdanlayakbaginya.
                 Marimba, seorang pakar filasafat pendidikan merumuskan bahwa pendidikan adalah bimbingan atau tuntutan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju terbentuknya kepribadian utama.
                 Pengertian pendidikan dapat dikelompokkan menjadi 2 kategori yaitu, pendidikan dalam arti luas dan pendidikan dalam arti sempit. Terlepas dari pengertian sempit dan luas, yang jelas pendidikan merupakan suatu proses interaksi yang terjadi antara seseorang denga lingkungan sekitarnya. Dalam proses pendidikan tersebut ada beberapa masalah pokok atau unsur utama yang harus ada, yaitu anak didik, pendidik, tujuan pendidikan, materi pendidikan, dan cara ataumetodependidikan.
Di samping adanya unsur pokok dalam pendidikan tersebut, para ahli juga
membahas tentang kerangka dasar pendidikan, seperti prinsip tauhid, prinsip belajar sepanjang hayat, dan evektivitas pendidikan. Selain itu mereka juga membahas tentang ruang lingkup pendidikan, seperti aspek pendidikan akidah, pendidikanakal,pendidikanakhlak,danpendidikanjasmani.




1. Batasan tentang pendidikan
            Pendidikan megandung banyak aspek dan sifanya sangat kompleks, berdasarkan fungsinya batasan pendidikan dibedakan, yaitu:
a. Pendidikan sebagai proses transformassi budaya
            Diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari suatu generasi ke generasi yang lain, dari generasi tua ke generasi muda. Dengan menyadari bahwa pendidikan itu merupakan subsistem dari sistem pembangunan nasional, maka misi pendidikan sebagai transformasi budaya harus sinkron dengan beberapa pernyataan GBHN yang memberikan tekanan kepada upaya pelestarian dan pengembangan budaya. 
b. Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi pendidikan
            Diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik, yang meliputi dua sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa oleh diri mereka sendiri. Pembentukan pribadi mencakup pembentukan cipta, rasadan karsa (kognitif, efektif, dan psikomotor) yang sejalan dengan pengembangan fisik. 

c. Pendidikan sebagai proses penyiapan warga Negara
            Diartiakn sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga Negara yang baik. Warga Negara yang baik adalah pribadi yang tahu hak dan kewajiban sebagai warga Negara, hal ini ditetapkan dalam UUD 1945 pasal 27 yang menyatakan bahwa setiap warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam hokum dan pemerintah dan wajib menjunjung hokum dan pemerintah dengan tak ada kecuainya. 

d. Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja
            Merupakan kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar untuk bekerja berupa pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon luaran. 

e. Definisi pendidikan menurut GBHN
            Pendidikan nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945 diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta harkat dan martabat bangsa, mewujudkan manusia serta masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berkualitas dan mandiri sehingga mampu membangun dirinya dan masyarakat sekelilingnya serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggungjawab terhadap pembangunan bangsa. 

2. Tujuan dan Proses Pendidikan
a. Tujuan pendidikan
            Tujuan pendidikan memberikan dua fungsi yaitu memberikan arah terhadap segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan. Tujuan pendidikan bersifat abstrak karena memuat nilai-nilai yang bersifat abstrak. Pelaksanaanya hanya mungkin apabila tujuan yang ingin dicapai dibuat jelas (ekplisit), konkrit, dan lingkup kandungannya terbatas. Umumnya ada empat jenjang tujuan yaitu:
1.) tujuan umum
2.) tujuan institusional
3.) tujuan kurikuler
4.) tujuan instruksional 

b. Proses pendidikan 
            Proses pendidikan merupakan kegiatan memobilisasisegenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan yang meliputi ruang lingkup makro, meso, mikro. 
3. Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat (Psh)
            Sepanjang hidupnya manusia selalu dituntut untuk mampu menyesuaikan diri secara aktif, dinamis, kreatif, dan inovatif terhadap diri sendiri dan kemajuan zaman. Prinsip pendidikan mengandung makna bahwa pendidikan itu lekat dengan diri manusia, karena dengan itu manusia dapat terus menerus meningkatkan kemandiriannya sebagai pribadi dan sebagai anggota masyarakat, meningkatkan self fulfillment (rasa kepenuhmaknaan) dan terarah kepada aktualisasi PSH di perlukan karena.
1.      Alasan keadilan
2.      Alasan ekonomi
c. Alasan factor social yang berhubugan dengan perubahan peranan keluarga,               remaja, dan emansipasi wanita dalam kaitannya dengan perkembangan IPTEK
d. alasan perkembngan iptek
e. alasan sifat pekerjaan
4. Kemandirian Dalam Belajar
a. Arti dan prinsip yang melandasi Kemandirian dalam belajar diartikan sebagai aktifitas belajar yang berlangsungnya didorong oleh kemauan diri sendiri, pilihan sendiri, daan tanggung jawab sendiri dari pembelajaran. 

Konsep ini bertumpu pada prinsip bahwa individu yang belajar hanya akan sampai kepada perolehan hasil belajar, mulai keterampilan, penegmbangan penalaran, pembentukan sikap samapai kepada penemuan diri sendiri, apabila ia mengalami sendiri dalam proses perolehan hasil belajar tersebut. 
b. alasan yang menopang.
1) pekerbangan iptek yang cepat.
2) Peserta didik mudah memahami konsep abstrak melalui contoh yang konkret
3) Pengembangn konsep tidak lepas dari pengembangan sikap dan penanaman  4) Belajar diartikan sebagai aktifitas pengembangan diri melalui pengalaman,nilai nilai dalam perserta didik.
bertumpu pada kemampuan diri belajar dibawah bimbingan pengajar. Mengajar diartika sebagai aktiifitas mengarahkan, memberikan kemudahan bagaimana cara menemukan sesuatu berdasarkan kamampuan yang dimiliki oleh pengajar. 
3. Unsur-unsur Pendidikan
Proses pendidikan melibatkan banyak hal:
1. Subyek yang dibimbing
2. Orang yang membimbing
3. Interaksi antara peserta didik dengan pandidik
4. Kearah mana bimbingan ditujukan
5.Pengaruh yang di berikan dalam bimbingan.
B. Unsusr unsure Pendidikan
unsur unsusr pendidikan melibatakan banyak hal yaitu:
1.Subjek yang di bimbing (perserta didik)
            Peserta didik ini mempunyai status sebagai subjek, yaitu yang diberikan pendidikan. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya. Ciri-ciri peserta didik yang harus dipahami oleh pendidik adalah:
a. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insanyangunik
b.Individuyangsedangberkembang
c. Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi
d.Individuyangmempunyaikemampuanuntukmandiri
2.Orangyangmembimbing(pendidik)
Yang dimaksud pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkungan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Oleh karena itu yang bertanggung jawab atas pendidikan adalah orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran dan latihan,danmasyarakat.
3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi eduktif)
Interaksi eduktif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif denganmanipulasi,isi,metode,sertaalat-alatpendidikan.
4.Kearahmanabimbinganditujukan(tujuanpendidikan). 5.Pengaruhyangdiberikandalambimbingan(materipendidikan)
6.Carayangdigunakandalambimbingan(alatdanmetodependidikan)
Alat dan metode di sini diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus, alat itu untuk melihat jenisnya, sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya.
7. Tempat di mana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan)
FUNGSIPENDIDIKAN
1.PendidikanSebagaiSistem
            Pendidikan merupakan kegiatan yang kompleks, dan meliputi berbagai komponen yang berkaitan erat satu sama lain. Oleh sebab itu, apabila garapan pendidikan ingin dilaksanakan secara terencana dan teratur, maka berbagai faktor yang terlibat dalam pendidikan. Faktor tersebut meliputi tri pusat pendidikan, yaitu keluarga, Sekolah, dan masyarakat. Keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang di dalamnya menyelenggarakan dan memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral, dan keterampilan. Begitu juga dengan sekolah, di sana peserta didik mendapatkan kurikulum-kurikulum belajar yang distandarkan dengan tingkatan mereka. Begitu juga dengan masyarakat yang selalu mempengaruhi proses perkembangan akhlak peserta didik. Oleh karena itu agar peserta didik mencapai tujuan pendidikan maka ketiga pusat pendidikan tersebut harus dimenej dengan baik oleh pendidik
B. Pendidikan Sebagai Sistem.
a. Pengertian Sistem
            Sistem berasal bari bahasa Yunani systema, yang berarti sehimpunan bagan atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan . Istilah sistem adalah suatu konsep yang abstrak. Defnisi tradisional menyatakan bahwa sistem adalah seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai satu tujuan.  Zahara Idris (1987) mengemukakan bahwa sistem adalah kesatuan yang terdiri atas komponen-komponen atau elemen-elemen atau unsur-unsur sebagai sumber-sumber yang mempunyai hubungan fungsional yang teratur, tidak sekadar acak, yang saling membantu untuk mencapai suatu hasil (produk). Sebagai contoh, tubuh manusia merupakan suatu sistem yang terdiri atas komponen-komponen, antara lain jaringan daging, otak, urat-urat darah, syaraf, dan tulang-tulang. Setiap komponen-komponen itu mempunyai fungsi-fungsi sendiri (fungsi yang berbeda-beda) dan satu sama lain saling berkaitan sehingga merupakan suatu kesatuan yang hidup. Dengan kata lain, semua komponen itu berinteraksi sedemikian rupa sehingga mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.  Dari dini dapat dikatakan bahwa system kependidikan merupakan perangkat sarana yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan satu sama lain dalam rangka melaksanakan proses pembudayaan masyarakat yang menumbuhkan nilai-nilai yang sama sebangun dengan cita-cita yang diperjuangkan oleh masyarakat itu sendiri. Sistem pendidikan pada hakikatnya adalaah seperangkat sarana yang dipolakan untuk membudayakan nilai-nilai budaya masyarakat yang dapat mengalami perubahan-perubahan bentuk dan model sesuai dengan tuntutan kebutuhan hidup masyarakat dalam rangka mengejar cita-cita hidaup yang sejahtera lahir maupun batin.
b. Pendidikan Sebagai Suatu Sistem
            Pendidikan merupakan suatu usaha untuk mencapai tujuan pendidikan. Suatu usaha pendidikan menyangkut tiga unusur pokok, yaitu unsur masukan, unsur proses usaha itu sendiri, dan unsur hasil usaha. Hubungan ketiga unsur itu dapat digambarkan sebagai berikut Proses Pendidikan Sebagai Suatu Sistem
Masukan usaha pendidikan ialah peserta didik dengan berbagai ciri-ciri yang ada pada diri peserta didik itu (antara lain bakat, minat, kemampuan, keadaan jasmani,). Dalam proses pendidikan terkait berbagai hal, seperti pendidik, kurikulum, gedung sekolah, buku, metode mengajar, dan lain-lain, sedangkan hasil pendidikan dapat meliputi hasil belajar (yang berupa pengetahuan, sikap, dan keterampilan) setelah selesainya suatu proses belajar mengajar tertentu. Dalam rangka yang lebih besar, hasil proses pendidikan dapat berupa lulusan dari lembaga pendidikan (sekolah) tertentu.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1979) menjelaskan pula bahwa, “Pendidikan merupakan suatu sistem yang mempunyai unsur-unsur tujuan/sasaran pendidikan, peserta didik, pengelola pendidikan, struktur/jenjang. Kurikulum dan peralatan/fasilitas. P.H. Combs (1982) mengemukakan dua belas komponen pendidikan seperti berikut:
Ciri umum suatu system adalah:
1. System merupakan suatu kesatuan yang berstuktur
2. Kesatuan tersebut terdiri dari sejumlah komponen yang saling berpengaruh
3. Masing-masing komponen mempunyai fungsi tertentu dan secara bwrsama-sama melaksanakan fungsi terstuktur, yaitu mencapai tujuan system.Keterkaitan antara pengajaran dan pendidikan;
a. Pengajaran
1) Lebih menekankan kepada penguasaan wawasan dan pengetahuan tentang bidang/ program tertentu seperti pertanian, kesehatan dan lain-lain.
2) Memerlukan waktu yang relative pendek
3) Metode lebih bersifat rasional, teknis praktis 
b. Pedidikan
1) Lebih menekankan pada pembentukan manusianya (penanaman sikap dan nilai-nilai.)
2) Memerlukan waktu yng relative lama
3) Metode lebih bersifat psikologis da pendekatan manusiawi.












BAB III PENUTUP
©Kesimpulan
            Pendidikan merupakan hal paling penting bagi kehidupan bangsa dan Negara dengan adanya pendidikan siapa saja bisa meraih impian dan cita- demi mewujudkan kenginan leluhur sesuai yang tercantum di pembukaan UUD 1945Pengertianpendidikan.
Dalam kamus bahasa Indonesia kata pendidikan adalah kata gabungan yang berasal dari kata didik dengan mendapat awalan pen- dan akhiran –an yang berarti pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia.
© Saran
            Kami sebagai penulis makalah ini dan sekalian bapak atau Ibu dosen berserta teman- teman agar memberikan masukan kritik maupaun saran, karena saya berserta teman se kelompok sebagai penulis belum merasa lebih baik dan sempurna dalam penyusunan makalah ini mohon di beri arah dan petunjuk dalam bentuk bimbingan.




DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2000. Manajemen Penelitian. Jakarat: Rineka Cipta.
Chodwich, bruce A., dkk. 1991. Terjemahan Dr. sulistia M.L., dkk. Metode Penelitian Ilmu Pengetahuan. IKIPSemarangPress.
Rahmat, Jalahudin. 1984. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Karya
            Singarimbun, Masri. 1989. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3S
Patmono, S.K. 1996. Teknik Jurnalistik Tuntunan Praktis untuk Menjadi Wartawan.Jakarta:PTBPKGunungMulia.
SumberLain:
http://www.tamanmini.com/anjungan/jambi/daerah
http://www.tekkomdik-sumbar.org/sjh_pdd_sumbar_pendh.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar