Kata pengantar.
Puji
syukur kami panjatkan kepada Allah swt atas berkat dan Rahmatnya hidayahnya dan
ridhonya pula kami sempat membuat tugas yang di berikan oleh dosen – dosen kami
yang bimbing kami ke arah yang lebih baik secara langsung dan tidak langsung
baik senang susah sedih dan tak luput pula saya sebagai penulis panjatkan dan
syukur saya kepada sang baginda rasul kami orang yang telah di muliakan
khalifah pemimpin kami yang menyelamatkan umat manusia dari kekejaman dan
kebiadaban dari hal yang mungkari oleh Allah swt.
Maka
dari itu berilah kami kesempatan menuntut ilmumu sampai akhir hayat kami dan
enggkaulah maha tahu segala – segalanya. Maka itu itu penulis sempat menulis
dan menyusun tugas yang di berikan sebagai persyratan perkuliahan dan proes
pembelajaran yakni mata kuliah Geografi Regional Indonesia yang berjudul “Pengantar pendidikan”.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar……………………………………………………………………1
Daftar isi…………………………………………………..………………………2
BAB I Pendahuluan………….……………………………………………………3
1.1 Latar
belakang masalah……………………………………….……………….3
1.2 Rumusan
Masalah…………………………………………..…………………3
Adapun
batasan masalah dalam karya penulisan Makalah ini sebagai berikut :
a. Apakah pendidikan di Indonesia sudah
merata
b.
Apakah pendidikan sudah sesuai yang telah di amanatkan oleh
pancasila.
1.3 Tujuan
yang di capai………………………….………………………………3
1.
Sebagai
salah satu syarat mengikuti mata kuliah pengantar pendidikan.
2.
Untuk
mengetahui unsur unsure pendidikan dan
3.
pendidikan
sebagai suatu sistem.
BAB II
Pembahasan………………………………………………………………….…5
A. Pengertian
dan unsur unsur pendidikan……………………….……………….5
1. Batasan
tentang pendidikan
2. Tujuan
dan proses pendidikan
3. Konsep
pendidikan sepanjang Hayat
B. Pendidikan
sebagai Suatu Sistem….…………………………...………………10
BAB III PENUTUP………………………………………………….,……….…13
a. Kesimpulan
b. Saran.
DAFTAR
PUSTAKA………………………………………………………..…14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang Masalah
Pendidikan merupakan hal yang terpenting bagi seseorang atau individu ,
golongan atau kelompok dan berhak untuk mendapatkan ilmu atau pendidikan tanpa
kecuali.
Diartiakn sebagai suatu kegiatan
yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga Negara yang
baik. Warga Negara yang baik adalah pribadi yang tahu hak dan kewajiban sebagai
warga Negara, hal ini ditetapkan dalam UUD 1945 pasal 27 yang menyatakan bahwa
setiap warga Negara bersamaan
kedudukannya di dalam hokum dan pemerintah dan wajib menjunjung hokum dan
pemerintah dengan tak ada kecuainya.
1.2
Rumusan
Masalah
Adapun
batasan masalah dalam karya penulisan Makalah ini sebagai berikut :
c. Apakah pendidikan di Indonesia sudah
merata
d. Apakah pendidikan sudah sesuai yang
telah di amanatkan oleh pancasila.
1.3 Tujuan yang ingin dicapai.
1. Sebagai salah satu syarat mengikuti
mata kuliah Pengantar pendidikan.
2. Untuk mengetahui unsure unsure
pendidikan dan pendidikan sebagai suatu system.
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian pendidikandanUnsur-Unsur pendidikan
PengertianpendidikanDalam
kamus bahasa Indonesia kata pendidikan adalah kata gabungan yang berasal dari
kata didik dengan mendapat awalan pen- dan akhiran
anyangberartipengubahansikapdantingkahlakuseseorangataukelompokdalamusahamendewasakanmanusia.
Dalam ensiklopedi Indonesia dinyatakan bahwa pendidikan adalah proses membimbing manusia dari kebodohan menuju kecerahan pengetahuan. Proses tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan paksaan, latihan untuk membentuk kebiasaan, dan latihan untuk membentuk kata hati.
Dari pengertian lughawi di atas dapat kita simpulkan bahwa pendidikan itu merupakan proses mengubah keadaan anak didik dengan berbagai cara untuk mempersiapkamasadepanyangbaikdanlayakbaginya.
Marimba, seorang pakar filasafat pendidikan merumuskan bahwa pendidikan adalah bimbingan atau tuntutan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju terbentuknya kepribadian utama.
Pengertian pendidikan dapat dikelompokkan menjadi 2 kategori yaitu, pendidikan dalam arti luas dan pendidikan dalam arti sempit. Terlepas dari pengertian sempit dan luas, yang jelas pendidikan merupakan suatu proses interaksi yang terjadi antara seseorang denga lingkungan sekitarnya. Dalam proses pendidikan tersebut ada beberapa masalah pokok atau unsur utama yang harus ada, yaitu anak didik, pendidik, tujuan pendidikan, materi pendidikan, dan cara ataumetodependidikan.
Di samping adanya unsur pokok dalam pendidikan tersebut, para ahli juga
Dalam ensiklopedi Indonesia dinyatakan bahwa pendidikan adalah proses membimbing manusia dari kebodohan menuju kecerahan pengetahuan. Proses tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan paksaan, latihan untuk membentuk kebiasaan, dan latihan untuk membentuk kata hati.
Dari pengertian lughawi di atas dapat kita simpulkan bahwa pendidikan itu merupakan proses mengubah keadaan anak didik dengan berbagai cara untuk mempersiapkamasadepanyangbaikdanlayakbaginya.
Marimba, seorang pakar filasafat pendidikan merumuskan bahwa pendidikan adalah bimbingan atau tuntutan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju terbentuknya kepribadian utama.
Pengertian pendidikan dapat dikelompokkan menjadi 2 kategori yaitu, pendidikan dalam arti luas dan pendidikan dalam arti sempit. Terlepas dari pengertian sempit dan luas, yang jelas pendidikan merupakan suatu proses interaksi yang terjadi antara seseorang denga lingkungan sekitarnya. Dalam proses pendidikan tersebut ada beberapa masalah pokok atau unsur utama yang harus ada, yaitu anak didik, pendidik, tujuan pendidikan, materi pendidikan, dan cara ataumetodependidikan.
Di samping adanya unsur pokok dalam pendidikan tersebut, para ahli juga
membahas tentang kerangka dasar pendidikan, seperti
prinsip tauhid, prinsip belajar sepanjang hayat, dan evektivitas pendidikan.
Selain itu mereka juga membahas tentang ruang lingkup pendidikan, seperti aspek
pendidikan akidah, pendidikanakal,pendidikanakhlak,danpendidikanjasmani.
1.
Batasan tentang pendidikan
Pendidikan
megandung banyak aspek dan sifanya sangat kompleks, berdasarkan fungsinya
batasan pendidikan dibedakan, yaitu:
a.
Pendidikan sebagai proses transformassi budaya
Diartikan
sebagai kegiatan pewarisan budaya dari suatu generasi ke generasi yang lain,
dari generasi tua ke generasi muda. Dengan menyadari bahwa pendidikan itu
merupakan subsistem dari sistem pembangunan nasional, maka misi pendidikan
sebagai transformasi budaya harus sinkron dengan beberapa pernyataan GBHN yang
memberikan tekanan kepada upaya pelestarian dan pengembangan budaya.
b.
Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi pendidikan
Diartikan sebagai suatu kegiatan
yang sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik, yang
meliputi dua sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa
oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa oleh diri
mereka sendiri. Pembentukan pribadi mencakup pembentukan cipta, rasadan karsa
(kognitif, efektif, dan psikomotor) yang sejalan dengan pengembangan
fisik.
c.
Pendidikan sebagai proses penyiapan warga Negara
Diartiakn sebagai suatu kegiatan
yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga Negara yang
baik. Warga Negara yang baik adalah pribadi yang tahu hak dan kewajiban sebagai
warga Negara, hal ini ditetapkan dalam UUD 1945 pasal 27 yang menyatakan bahwa
setiap warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam hokum dan pemerintah dan
wajib menjunjung hokum dan pemerintah dengan tak ada kecuainya.
d.
Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja
Merupakan kegiatan membimbing
peserta didik sehingga memiliki bekal dasar untuk bekerja berupa pembentukan
sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon luaran.
e.
Definisi pendidikan menurut GBHN
Pendidikan nasional yang berakar
pada kebudayaan bangsa Indonesia yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945
diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta harkat dan martabat bangsa,
mewujudkan manusia serta masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa
terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berkualitas dan mandiri sehingga mampu membangun
dirinya dan masyarakat sekelilingnya serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan
nasional dan bertanggungjawab terhadap pembangunan bangsa.
2.
Tujuan dan Proses Pendidikan
a.
Tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan memberikan dua
fungsi yaitu memberikan arah terhadap segenap kegiatan pendidikan dan merupakan
sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan. Tujuan pendidikan
bersifat abstrak karena memuat nilai-nilai yang bersifat abstrak. Pelaksanaanya
hanya mungkin apabila tujuan yang ingin dicapai dibuat jelas (ekplisit),
konkrit, dan lingkup kandungannya terbatas. Umumnya ada empat jenjang tujuan
yaitu:
1.)
tujuan umum
2.)
tujuan institusional
3.)
tujuan kurikuler
4.)
tujuan instruksional
b.
Proses pendidikan
Proses pendidikan merupakan kegiatan
memobilisasisegenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian
tujuan pendidikan yang meliputi ruang lingkup makro, meso, mikro.
3.
Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat (Psh)
Sepanjang
hidupnya manusia selalu dituntut untuk mampu menyesuaikan diri secara aktif,
dinamis, kreatif, dan inovatif terhadap diri sendiri dan kemajuan zaman.
Prinsip pendidikan mengandung makna bahwa pendidikan itu lekat dengan diri
manusia, karena dengan itu manusia dapat terus menerus meningkatkan
kemandiriannya sebagai pribadi dan sebagai anggota masyarakat, meningkatkan
self fulfillment (rasa kepenuhmaknaan) dan terarah kepada aktualisasi PSH di
perlukan karena.
1. Alasan keadilan
2. Alasan ekonomi
c. Alasan
factor social yang berhubugan dengan perubahan peranan keluarga, remaja, dan emansipasi wanita dalam
kaitannya dengan perkembangan IPTEK
d. alasan perkembngan iptek
d. alasan perkembngan iptek
e. alasan sifat pekerjaan
4.
Kemandirian Dalam Belajar
a. Arti dan prinsip yang melandasi Kemandirian dalam belajar diartikan sebagai aktifitas
belajar yang berlangsungnya didorong oleh kemauan diri sendiri, pilihan
sendiri, daan tanggung jawab sendiri dari pembelajaran.
Konsep
ini bertumpu pada prinsip bahwa individu yang belajar hanya akan sampai kepada
perolehan hasil belajar, mulai keterampilan, penegmbangan penalaran,
pembentukan sikap samapai kepada penemuan diri sendiri, apabila ia mengalami
sendiri dalam proses perolehan hasil belajar tersebut.
b. alasan yang menopang.
1)
pekerbangan iptek yang cepat.
2)
Peserta didik mudah memahami konsep abstrak melalui contoh yang konkret
3) Pengembangn konsep tidak lepas dari pengembangan sikap dan penanaman 4) Belajar diartikan sebagai aktifitas pengembangan diri melalui pengalaman,nilai nilai dalam perserta didik.
3) Pengembangn konsep tidak lepas dari pengembangan sikap dan penanaman 4) Belajar diartikan sebagai aktifitas pengembangan diri melalui pengalaman,nilai nilai dalam perserta didik.
bertumpu pada kemampuan diri belajar
dibawah bimbingan pengajar. Mengajar diartika sebagai aktiifitas mengarahkan,
memberikan kemudahan bagaimana cara menemukan sesuatu berdasarkan kamampuan
yang dimiliki oleh pengajar.
3.
Unsur-unsur Pendidikan
Proses
pendidikan melibatkan banyak hal:
1.
Subyek yang dibimbing
2.
Orang yang membimbing
3.
Interaksi antara peserta didik dengan pandidik
4.
Kearah mana bimbingan ditujukan
5.Pengaruh yang di berikan dalam
bimbingan.
B. Unsusr unsure Pendidikan
unsur
unsusr pendidikan melibatakan banyak hal yaitu:
1.Subjek
yang di bimbing (perserta didik)
Peserta didik ini mempunyai status
sebagai subjek, yaitu yang diberikan pendidikan. Pandangan modern cenderung
menyebutkan demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang
otonom, yang ingin diakui keberadaannya. Ciri-ciri peserta didik yang harus
dipahami oleh pendidik adalah:
a. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insanyangunik
b.Individuyangsedangberkembang
c. Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi
d.Individuyangmempunyaikemampuanuntukmandiri
2.Orangyangmembimbing(pendidik)
Yang dimaksud pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkungan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Oleh karena itu yang bertanggung jawab atas pendidikan adalah orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran dan latihan,danmasyarakat.
3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi eduktif)
Interaksi eduktif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif denganmanipulasi,isi,metode,sertaalat-alatpendidikan.
4.Kearahmanabimbinganditujukan(tujuanpendidikan). 5.Pengaruhyangdiberikandalambimbingan(materipendidikan)
6.Carayangdigunakandalambimbingan(alatdanmetodependidikan)
Alat dan metode di sini diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus, alat itu untuk melihat jenisnya, sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya.
a. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insanyangunik
b.Individuyangsedangberkembang
c. Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi
d.Individuyangmempunyaikemampuanuntukmandiri
2.Orangyangmembimbing(pendidik)
Yang dimaksud pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkungan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Oleh karena itu yang bertanggung jawab atas pendidikan adalah orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran dan latihan,danmasyarakat.
3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi eduktif)
Interaksi eduktif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif denganmanipulasi,isi,metode,sertaalat-alatpendidikan.
4.Kearahmanabimbinganditujukan(tujuanpendidikan). 5.Pengaruhyangdiberikandalambimbingan(materipendidikan)
6.Carayangdigunakandalambimbingan(alatdanmetodependidikan)
Alat dan metode di sini diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus, alat itu untuk melihat jenisnya, sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya.
7.
Tempat di mana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan)
FUNGSIPENDIDIKAN
FUNGSIPENDIDIKAN
1.PendidikanSebagaiSistem
Pendidikan merupakan kegiatan yang kompleks, dan meliputi berbagai komponen yang berkaitan erat satu sama lain. Oleh sebab itu, apabila garapan pendidikan ingin dilaksanakan secara terencana dan teratur, maka berbagai faktor yang terlibat dalam pendidikan. Faktor tersebut meliputi tri pusat pendidikan, yaitu keluarga, Sekolah, dan masyarakat. Keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang di dalamnya menyelenggarakan dan memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral, dan keterampilan. Begitu juga dengan sekolah, di sana peserta didik mendapatkan kurikulum-kurikulum belajar yang distandarkan dengan tingkatan mereka. Begitu juga dengan masyarakat yang selalu mempengaruhi proses perkembangan akhlak peserta didik. Oleh karena itu agar peserta didik mencapai tujuan pendidikan maka ketiga pusat pendidikan tersebut harus dimenej dengan baik oleh pendidik
Pendidikan merupakan kegiatan yang kompleks, dan meliputi berbagai komponen yang berkaitan erat satu sama lain. Oleh sebab itu, apabila garapan pendidikan ingin dilaksanakan secara terencana dan teratur, maka berbagai faktor yang terlibat dalam pendidikan. Faktor tersebut meliputi tri pusat pendidikan, yaitu keluarga, Sekolah, dan masyarakat. Keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang di dalamnya menyelenggarakan dan memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral, dan keterampilan. Begitu juga dengan sekolah, di sana peserta didik mendapatkan kurikulum-kurikulum belajar yang distandarkan dengan tingkatan mereka. Begitu juga dengan masyarakat yang selalu mempengaruhi proses perkembangan akhlak peserta didik. Oleh karena itu agar peserta didik mencapai tujuan pendidikan maka ketiga pusat pendidikan tersebut harus dimenej dengan baik oleh pendidik
B.
Pendidikan Sebagai Sistem.
a. Pengertian
Sistem
Sistem berasal bari bahasa Yunani
systema, yang berarti sehimpunan bagan atau komponen yang saling berhubungan
secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan . Istilah sistem adalah suatu
konsep yang abstrak. Defnisi tradisional menyatakan bahwa sistem adalah
seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai
satu tujuan. Zahara Idris (1987) mengemukakan bahwa sistem adalah kesatuan
yang terdiri atas komponen-komponen atau elemen-elemen atau unsur-unsur sebagai
sumber-sumber yang mempunyai hubungan fungsional yang teratur, tidak sekadar
acak, yang saling membantu untuk mencapai suatu hasil (produk). Sebagai contoh,
tubuh manusia merupakan suatu sistem yang terdiri atas komponen-komponen,
antara lain jaringan daging, otak, urat-urat darah, syaraf, dan tulang-tulang.
Setiap komponen-komponen itu mempunyai fungsi-fungsi sendiri (fungsi yang
berbeda-beda) dan satu sama lain saling berkaitan sehingga merupakan suatu
kesatuan yang hidup. Dengan kata lain, semua komponen itu berinteraksi
sedemikian rupa sehingga mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Dari dini
dapat dikatakan bahwa system kependidikan merupakan perangkat sarana yang terdiri
dari bagian-bagian yang saling berkaitan satu sama lain dalam rangka
melaksanakan proses pembudayaan masyarakat yang menumbuhkan nilai-nilai yang
sama sebangun dengan cita-cita yang diperjuangkan oleh masyarakat itu sendiri.
Sistem pendidikan pada hakikatnya adalaah seperangkat sarana yang dipolakan
untuk membudayakan nilai-nilai budaya masyarakat yang dapat mengalami
perubahan-perubahan bentuk dan model sesuai dengan tuntutan kebutuhan hidup
masyarakat dalam rangka mengejar cita-cita hidaup yang sejahtera lahir maupun
batin.
b.
Pendidikan Sebagai Suatu Sistem
Pendidikan merupakan suatu usaha
untuk mencapai tujuan pendidikan. Suatu usaha pendidikan menyangkut tiga unusur
pokok, yaitu unsur masukan, unsur proses usaha itu sendiri, dan unsur hasil
usaha. Hubungan ketiga unsur itu dapat digambarkan sebagai berikut Proses
Pendidikan Sebagai Suatu Sistem
Masukan
usaha pendidikan ialah peserta didik dengan berbagai ciri-ciri yang ada pada
diri peserta didik itu (antara lain bakat, minat, kemampuan, keadaan jasmani,).
Dalam proses pendidikan terkait berbagai hal, seperti pendidik, kurikulum,
gedung sekolah, buku, metode mengajar, dan lain-lain, sedangkan hasil
pendidikan dapat meliputi hasil belajar (yang berupa pengetahuan, sikap, dan
keterampilan) setelah selesainya suatu proses belajar mengajar tertentu. Dalam
rangka yang lebih besar, hasil proses pendidikan dapat berupa lulusan dari
lembaga pendidikan (sekolah) tertentu.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
(1979) menjelaskan pula bahwa, “Pendidikan merupakan suatu sistem yang
mempunyai unsur-unsur tujuan/sasaran pendidikan, peserta didik, pengelola
pendidikan, struktur/jenjang. Kurikulum dan peralatan/fasilitas. P.H. Combs
(1982) mengemukakan dua belas komponen pendidikan seperti berikut:
Ciri
umum suatu system adalah:
1.
System merupakan suatu kesatuan yang berstuktur
2.
Kesatuan tersebut terdiri dari sejumlah komponen yang saling berpengaruh
3. Masing-masing komponen mempunyai
fungsi tertentu dan secara bwrsama-sama melaksanakan fungsi terstuktur, yaitu
mencapai tujuan system.Keterkaitan antara pengajaran dan pendidikan;
a. Pengajaran
1) Lebih menekankan kepada
penguasaan wawasan dan pengetahuan tentang bidang/ program tertentu seperti
pertanian, kesehatan dan lain-lain.
2) Memerlukan waktu yang relative pendek
3) Metode lebih bersifat rasional,
teknis praktis
b. Pedidikan
1) Lebih menekankan pada pembentukan
manusianya (penanaman sikap dan nilai-nilai.)
2) Memerlukan waktu yng relative
lama
3) Metode lebih bersifat psikologis
da pendekatan manusiawi.
BAB
III PENUTUP
©Kesimpulan
Pendidikan merupakan hal paling
penting bagi kehidupan bangsa dan Negara dengan adanya pendidikan siapa saja
bisa meraih impian dan cita- demi mewujudkan kenginan leluhur sesuai yang
tercantum di pembukaan UUD 1945Pengertianpendidikan.
Dalam kamus bahasa Indonesia kata pendidikan adalah kata gabungan yang berasal dari kata didik dengan mendapat awalan pen- dan akhiran –an yang berarti pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia.
Dalam kamus bahasa Indonesia kata pendidikan adalah kata gabungan yang berasal dari kata didik dengan mendapat awalan pen- dan akhiran –an yang berarti pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia.
©
Saran
Kami sebagai penulis makalah ini dan
sekalian bapak atau Ibu dosen berserta teman- teman agar memberikan masukan
kritik maupaun saran, karena saya berserta teman se kelompok sebagai penulis
belum merasa lebih baik dan sempurna dalam penyusunan makalah ini mohon di beri
arah dan petunjuk dalam bentuk bimbingan.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2000. Manajemen Penelitian. Jakarat:
Rineka Cipta.
Chodwich, bruce A., dkk. 1991. Terjemahan Dr. sulistia M.L., dkk. Metode Penelitian Ilmu Pengetahuan. IKIPSemarangPress.
Rahmat, Jalahudin. 1984. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Karya
Singarimbun, Masri. 1989. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3S
Patmono, S.K. 1996. Teknik Jurnalistik Tuntunan Praktis untuk Menjadi Wartawan.Jakarta:PTBPKGunungMulia.
SumberLain:
http://www.tamanmini.com/anjungan/jambi/daerah
http://www.tekkomdik-sumbar.org/sjh_pdd_sumbar_pendh.html
Chodwich, bruce A., dkk. 1991. Terjemahan Dr. sulistia M.L., dkk. Metode Penelitian Ilmu Pengetahuan. IKIPSemarangPress.
Rahmat, Jalahudin. 1984. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Karya
Singarimbun, Masri. 1989. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3S
Patmono, S.K. 1996. Teknik Jurnalistik Tuntunan Praktis untuk Menjadi Wartawan.Jakarta:PTBPKGunungMulia.
SumberLain:
http://www.tamanmini.com/anjungan/jambi/daerah
http://www.tekkomdik-sumbar.org/sjh_pdd_sumbar_pendh.html